Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkendali memiliki dampak buruk pada perkembangan anak-anak. Paparan berlebihan terhadap layar gadget dapat mengganggu tidur, menghambat interaksi sosial langsung, serta mengurangi aktivitas fisik yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan.
Selain itu, terlalu banyak waktu di depan layar dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berkonsentrasi, belajar, dan berpikir kreatif. Anak-anak juga bisa lebih rentan terhadap konten yang tidak sesuai usia dan potensial adiksi terhadap teknologi.
Oleh karena itu, Kuliah Kerja Nyata - Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Gresik menyelenggarakan Edukasi Bahaya Gadget di MI Kanjeng Sepuh 1 Ngawen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (27/01/2024) dan diikuti oleh banyak siswa sebagai peserta yang berasal dari kelas III, IV, V dan VI.
“Kegiatan ini selain dilakukan untuk mengurangi resiko ketergantungan Gadget pada anak usia dini dan mengembangkan interaksi sosial anak-anak, khususnya siswa-siswi MI Kanjeng Sepuh 1 Ngawen,” ujar Ichsan Maulana, mahasiswa KKN.
Pada rangkaian pertama, pemateri terlebih dahulu bertanya dan menjelaskan pengertian gadget. Tujuannya adalah untuk mengetahui waktu bermain gadget siswa. Dilanjutkan pemaparan materi dengan konsep presentasi powerpoint dan ada video animasi yang menarik.
Setelah pemaparan materi, seluruh siswa diajak untuk bermain quiz game berhadiah. Dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan untuk mendapatkan hadiah jika berhasil menjawab, para siswa banyak yang berhasil menjawab dan sangat menikmati quiz game.
“Dengan adanya dukungan dan edukasi yang tepat, generasi mendatang dapat mengembangkan hubungan yang sehat dengan teknologi, sambil tetap menjaga interaksi sosial, aktivitas fisik, dan perkembangan kognitif mereka,” imbuh Abdu selaku ketua KKN .
Para siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi begitu semangat dan antusias, hal ini terlihat dari beberapa siswa yang memberikan dan menjawab pertanyaan serta aktif mengikuti permainan yang diadakan oleh panitia KKN.
“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, mengingat bahwa anak didik saya sangat sulit untuk mengontrol penggunaan Handphone dalam aktivitas sehari-hari, yang mengakibatkan sulitnya konsentrasi pada saat proses belajar mengajar disekolah,” ungkap salah satu guru MI Kanjeng Sepuh 1 Ngawen.
Melalui upaya bersama ini, diharapkan anak-anak akan dapat mengoptimalkan potensi positif teknologi sambil tetap menjaga kesejahteraan dan pertumbuhan mereka secara menyeluruh.