Desa Ngawen, Kabupaten Gresik – Tim BBK (Belajar Bersama Komunitas) 6 Universitas Airlangga Desa Ngawen mengadakan program Dapur Sehat Cegah Stunting, sebuah kegiatan edukatif yang mengajarkan ibu-ibu desa cara mengolah menu bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada anak. Acara ini berlangsung di Balai Desa Ngawen pada Selasa (29/7) dan diikuti oleh para ibu dari anak-anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk demonstrasi memasak, di mana para peserta mendapatkan panduan langsung dari tim BBK 6 Universitas Airlangga dan narasumber gizi terkait bahan pangan lokal yang murah namun kaya nutrisi. Menu yang dibuat meliputi kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak.
Koordinator program, Safira Dwi Putri dan Erla Banowati, menyampaikan bahwa Dapur Sehat Cegah Stunting bertujuan untuk memberikan solusi praktis kepada para ibu agar dapat menyediakan makanan sehat tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Masalah stunting seringkali berawal dari kurangnya pengetahuan gizi dan pola makan yang tidak seimbang. Kami ingin membuktikan bahwa makanan sehat bisa diolah dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita,” ujar mereka.
Selain demonstrasi memasak, para peserta juga diajak mencicipi hasil masakan, mempelajari takaran porsi anak sesuai usia, serta berdiskusi tentang tips menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar variasi menu dan cara mengolah makanan agar anak tidak bosan.